Image-1624866985

Karyawan Mau Jadi Pengusaha, Apa yang Harus Dilakukan?

Apakah wajar bagi karyawan ingin banting setir menjadi pengusaha di tengah pandemi ini? Jawabannya, tentu saja wajar, dan bisa jadi ini adalah pilihan yang tepat. Namun, ketahui pulalah bahwa Anda tidak sendirian. Banyak sekali karyawan-karyawan lainnya yang kehilangan pekerjaan karena kondisi COVID-19. Alhasil mereka juga mendirikan usaha demi mencari penghasilan. Berikut ini adalah tips dari Lifepal.co.id bagi para karyawan yang ingin merintis usaha barunya sebagai wirausahawan.

Apakah wajar bagi karyawan ingin banting setir menjadi pengusaha di tengah pandemi ini? Jawabannya, tentu saja wajar, dan bisa jadi ini adalah pilihan yang tepat. Namun, ketahui pulalah bahwa Anda tidak sendirian. Banyak sekali karyawan-karyawan lainnya yang kehilangan pekerjaan karena kondisi COVID-19. Alhasil mereka juga mendirikan usaha demi mencari penghasilan. Berikut ini adalah tips dari Lifepal.co.id bagi para karyawan yang ingin merintis usaha barunya sebagai wirausahawan.

 

Pisahkan rekening pribadi dan bisnis

Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah memiliki rekening yang terpisah antara rekening pribadi dan bisnis. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah proses pencatatan keuangan bisnis Anda. Sebab, tidak bijaksana mencampur rekening bisnis dan pribadi lantaran hal itu bisa mempersulit Anda mengatur arus kas bulanan. Dalam arus kas pribadi bulanan, ada baiknya bila selisih pemasukan dan pengeluaran setara dengan 10% pendapatan bulanan.

Gaji diri sendiri atau ambil dari laba bersih

Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk menikmati penghasilan bisnis Anda. Pertama, Anda bisa menggaji diri sendiri dengan memasukkan komponen gaji ke bagian pengeluaran operasional. Selain itu Anda juga bisa mengambil sebagian dari laba bersih untuk diri sendiri.

Bikin perhitungan untuk pengeluaran bulanan

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah membuat perhitungan atas pengeluaran bulanan Anda dengan seksama. Meski pemasukan bulanan saat menjadi wirausahawan bisa lebih besar dari menjadi karyawan, pemasukan itu bersifat tidak tetap. Sehingga, akan ada masa di mana pemasukan Anda jadi lebih kecil atau sebaliknya. Bahkan, ada pula masa-masa di mana Anda tidak mendapatkan pemasukan sama sekali lantaran risiko usaha. Karena itu, usahakan agar pengeluaran bulanan untuk kebutuhan sehari-hari Anda bersifat tetap. Sehingga Anda bisa menghitung berapa dana darurat dan uang pertanggungan asuransi yang dibutuhkan.

Pastikan dana darurat sudah memadai

Hal lainnya yang harus Anda lakukan adalah memastikan dana darurat sudah memadai. Sebab, penghasilan Anda sebagai wirausahawan tidak tetap, sehingga berisiko berkurang atau kehilangan penghasilan. Untuk itu, Anda harus menyimpan dana darurat setara lebih dari 6 kali pengeluaran bulanan atau 12 kali pengeluaran bulanan. Dana darurat ini berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko saat Anda tidak bisa mencetak penghasilan bersih dari usaha yang dijalani. Sekadar diketahui, keuangan bisnis merupakan hal yang berbeda dengan keuangan pribadi. Saat Anda memutuskan berbisnis, langsung pisahkan keuangan untuk bisnis dan keuangan pribadi. Selain itu, Anda harus disiplin dalam pembukuan sejak awal.

Lindungi diri dengan proteksi terbaik

Saat menjadi karyawan, Anda mendapat fasilitas asuransi kesehatan dari kantor untuk diri sendiri maupun anggota keluarga. Ketika memutuskan berwiraswasta, maka fasilitas tersebut tidak lagi diperoleh secara gratis. Untuk itu, Anda harus memiliki perlindungan diri berupa asuransi untuk menghindari hilangnya atau terkurasnya tabungan karena sejumlah risiko atau musibah yang muncul menimpa diri Anda. Bila Anda sama sekali belum memiliki asuransi dan hanya punya bujet terbatas untuk membayar jaminan kesehatan, pertimbangkanlah untuk membeli asuransi rawat inap terlebih dahulu. Sementara itu, bila Anda harus menjalani proses rawat jalan, manfaatkan BPJS Kesehatan. Jika Anda adalah pencari nafkah, Anda juga wajib melindungi keluarga dengan memiliki asuransi jiwa. Untuk diketahui, semakin tua usia Anda ketika membeli asuransi, makin mahal pula premi yang harus Anda bayarkan.

 

Kenali bisnis yang dijalani dan kesehatan keuangan usaha Anda

Anda harus memahami bisnis yang dijalani dengan baik, apa yang Anda jual, siapa pangsa pasarnya, seperti apa proyeksi bisnis Anda dan bagaimana Anda menjaga kesehatan keuangan usaha Anda. Agar bisa mengenali kesehatan keuangan Anda dengan baik, Anda harus Lakukan pencatatan keuangan usaha Anda. Selain itu, memisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis Anda menjadi hal yang tak kalah penting.

Jalani dimulai dengan yang kecil

Tidak salah untuk memulai berbisnis secara perlahan. Salah satunya,  menjalankan bisnis sampingan skala kecil. Dengan bisnis sampingan, Anda tidak akan kehilangan sumber penghasilan tetap Anda dari pekerjaan utama. Ketika bisnis sampingan itu berkembang dan bisa menghasilkan uang lebih dari gaji bulanan yang diperoleh, Anda bisa totalitas fokus menjalani usaha. Itulah 6 tips persiapan karyawan menjadi wirausahawan. Tertarik menjadi pengusaha?

Sumber artikel 

Artikel ini ditulis oleh Aulia Akbar, CFP®, AEPP® Financial Educator Lifepal sebagai bagian dari kolaborasi dengan Lifepal.co.id.

Share this Post: