Image-1494323223

Macam-Macam Sate Yang Khas di Indonesia

Selain dikenal dengan berbagai macam soto, Indonesia juga memiliki berbagai macam sate yang tersebar di berbagai daerah. Nah penasaran ga, sate apa saja yang khas di Indonesia dan selalu popular hingga saat ini? Intip yuk ulasan Omiyago:

Sate merupakan hidangan yang terbuat dari potongan daging (ayam, kambing, sapi, babi, domba, ikan, dll) yang telah dipotong kecil-kecil yang kemudian ditusuk dengan tusukan sate dan dibakar menggunakan bara arang kayu. Setelah matang, sate kemudian disajikan dengan berbagai macam bumbu (tergantung jenis sate) dan biasanya disajikan dengan lontong atau ketupat. 

1.      Sate Padang

 

masakmemasak.com

Sesuai dengan namanya, sate Padang merupakan sebutan untuk tiga jenis varian sate yang khas dari Padang, Sumatera Barat, yaitu Sate Padang, Sate Padang Panjang dan Sate Pariaman. Sate padang menggunakan bahan daging dan lidah sapi yang diberikan bumbu kuah kacang kental (menyerupai bubur) yang diolah menggunakan campuran rempah dan ditambah dengan cabai sehingga memiliki rasa pedas. Saat penyajian, bumbu tersebut disiramkan di atas sate yang telah dibakar.


2.      Sate Madura

 

cookpad.com

Sate Madura merupakan sate asli yang berasal dari Pulau Madura. Biasanya Sate Madura terbuat dari ayam namun terkadang menggunakan daging kambing sebagai bahan dasarnya. Sate Madura asli biasanya dibakar dengan api yang dihasilkan dari batok kelapa yang dihanguskan terlebih dulu kemudian dihidangkan dengan siraman bumbu kacang yang dicampur dengan petis dan sedikit bawang merah serta potongan acar. Namun hal uniknya adalah, walaupun sate ini banyak dijumpai di kota-kota besar di Indonesia, sate ini malahan sudah tidak banyak dijumpai di daerah asalnya. Rasa sate Madura ini sangat gurih dan sedikit manis.


3.      Sate Lilit

akolodnerphotography.com

Sate lilit adalah sate asli nusantara khas dari Bali. Sate lilit terbuat dari daging cincang yang telah dicampur dengan bumbu khas yang terdiri dari bawang merah, merica, jeruk nipis, kelapa parut, dan santan kental. Adonan sate lilit yang telah dicampur rata dengan bumbu kemudian dililitkan pada batang serai atau bambu yang digunakan sebagai tusuk sate. Setelah itu, sate akan dibakar hingga matang dan disajikan tanpa menggunakan lontong.


4.      Sate Klatak

 

Iqbal Sayed – Google+

Sate klathak merupakan sate khas dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Sate ini disebut sate klathak karena terdengar bunyi berkletak seperti besi terbakar yang dihasilkan saat proses pembakaran. Sebelum dibakar, sate klathak, yang menggunakan daging kambing sebagai bahan dasarnya, dilumuri dengan garam dan tidak dibumbui dengan kecap atau saus kacang.  Uniknya, tusuk sate yang digunakan tidak menggunakan tusuk kayu namun menggunakan besi jeruji sepeda.


5.      Sate Maranggi 

infokuliner.com

Sate Maranggi merupakan sate yang cukup popular di sekitar daerah Purwakarta dan Cianjur, Jawa Barat. Biasanya, sate Maranggi menggunakan daging kambing atau sapi sebagai bahan dasarnya. Saat disajikan, sate Maranggi disajikan dengan bumbu kecap yang memiliki cita rasa paduan manis, asam, dan pedas yang menyentuh lidah yang dipadukan dengan campuran sambal cabai hijau dengan cuka yang terbuat dari tebu sehingga memiliki rasa yang relatif pedas.


6.      Sate Ponorogo

 

faranindyam.student.umm.ac.id

Sate ayam Ponorogo merupakan jenis sate yang berasal dari kota Ponorogo, Jawa Timur. Perbedaan sate Ponorogo dengan sate ayam lainnya, terletak pada cara memotong dagingnya yang tidak seperti dadu, melainkan disayat tipis panjang menyerupai fillet sehingga daging menjadi lebih empuk dan lemak dapat dipisahkan. Sate Ponorogo dibumbui dengan cara dibacem agar bumbunya lebih meresap ke dalam daging. Setelah bumbu merata, sate dipangggang menggunakan panggangan yang terbuat dari tanah liat selama kurang lebih 3-5 menit. Setelah matang, sate disajikan dengan dilumuri bumbu kacang yang ditumbuk halus dan dilumuri dengan irisan bawang merah dan juga cabai rawit.

Share this Post: